Kajian

Membangun masyarakat cerdas

Posted on September 29, 2007. Filed under: Kajian |

Rasulullah mengatakan orang yang pintar adalah orang yang mampu melihat dirinya lalu berpikir bagaimana kelak dirinya setelah meninggalkan dunia.

Berbeda dengan definisi kata pintar lainnya, bagi umat Islam, definisi kata” pintar” seperti yang telah disabdakan rasulullah merupakan definisi akhir yang memiliki arti yang luas dan makna yang dalam. Hal ini tercermin dalam prilaku sehari-hari yang sejatinya selalu intropeksi dan berkaca diri apa yang telah dilakukan untuk bekal setelah meninggalkan dunia.

Dalam tradisi filsafat barat, perspektif ini dapat dikategorikan dalam perspektif idealism transcendental yang bersumber dari ilmu pengetahuan Islam. Bertolak belakang dengan perspektif materialism yang melihat dunia sebagai tujuan akhir, definisi kata pintar cenderung dikaitkan dengan keberhasilan materi yang dikumpulkan selama di dunia. Dalam Islam, idealism tidak berseberangan dengan materialisme, tapi lebih merupakan naungan bagi materialism seiring dengan ditemukannya berbagai ilmu pengetahuan yang semakin kaya dan dalam sesuai dengan perjalanan sejarah manusia atau transcendental realism mengutip pendapat immanuel kant.

Membangun masyarakat cerdas berarti membangun masyarakat pintar dengan melihat ruang dan waktu yang akan berbeda setiap zaman dan tempat. Membangun masyarakat cerdas, tidak cukup hanya ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan akhir, karena akan kehilangan keseimbangan, kedamaian atau naungan bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri, hingga pada akhirnya kesejahteraan itu sulit untuk terwujud. Kalaupun kesejateraan itu terwujud, akan tampak ketimpangan dan ketidakadilan dimana-mana, karena masing-masing pihak akan berusaha mencapai tujuan akhir itu dengan segala cara.

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...